Home » Teh Hangat » Teh hangat

Teh hangat

sruput teh hangat

kawan yg baik. blog ini di dedikasikan buat warga legok permai. sebagai proses komunikasi dan informasi jadilah kontributor blog ini jabat hati

Like This

Anda yang suka teh tentunya masuk golongan orang kanibal pemakan kelopak mata manusia! Sejenis manusia macam Sumanto atau Robot Gedhek. Loh, bagaimana bisa?

Teh itu sejenis Tanaman umumnya ditanam di perkebunan, dipanen secara manual, dan dapat tumbuh pada ketinggian 200 – 2.300 m dpl. Pohon kecil, karena seringnya pemangkasan maka tampak seperti perdu. Bila tidak dipangkas, akan tumbuh kecil ramping setinggi 5 – 10 m, dengan bentuk tajuk seperti kerucut. Batang tegak, berkayu, bercabang-cabang, ujung ranting dan daun muda berambut halus. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berseling, helai daun kaku seperti kulit tipis, bentuknya elips memanjang, ujung dan pangkal runcing, tepi bergerigi halus, pertulangan menyirip, panjang 6 – 18 cm, lebar 2 – 6 cm, warnanya hijau, permukaan mengilap. Bunga di ketiak daun, tunggal atau beberapa bunga bergabung menjadi satu, berkelamin dua, garis tengah 3 – 4 cm, warnanya putih cerah dengan kepala sari berwarna kuning, harum. Buahnya buah kotak, berdinding tebal, pecah menurut ruang, masih muda hijau setelah tua cokelat kehitaman. Biji keras, 1 – 3. Pucuk dan daun muda yang digunakan untuk pembuatan minuman teh. Perbanyakan dengan biji, setek, sambungan atau cangkokan.

Jadi dimana letak sisi kanibalnya? Setahu ku orang yang gemar melahap sayur&buah pantas disebut herbivora. Kalau pelahap daging-dagingan dijuluki karnivora. Kita, dan seluruh manusia menyandang predikat ominivora karena sedemikian rakusnya menyantap segala! Kalau kanibal itu pemakan orang. Lantas bagian mana dari teh itu menyerupai tubuh manusia atau setidaknya rasa beraroma manusia? Coba anda tanya ke orang jepang. Karena Bangsa Jepang, memiliki cerita lain tentang Teh yang dikaitkan dengan penyebaran agama Budha oleh seorang pendeta budha bernama Daruma yang hidup sekitar tahun 520 M. Menurut legenda, pohon Teh pertama tumbuh dari potongan kelopak matanya. Hal tersebut terjadi karena sewaktu Daruma sedang bertapa, ia tertidur dan ketika terjaga ia sangat marah karena ia sampai tertidur pada saat bertapa. Untuk mencegah jangan sampai tertidur kembali, maka Daruma memotong kedua belah kelopak matanya dan dibuang ke tempat tak jauh dari dia bertapa. Tidak lama setelah itu, tempat dimana kedua belah kelopak mata Daruma dibuang tumbuhlah pohon yang kita sebut sebagai pohon Teh dan menjadi tanaman Teh pertama versi Bangsa Jepang. Jadi siap-siap aja jika meminum teh bayangkan minum kelopak mata! Lain jepang lain china. Versi bangsa jepang teh bernuansa horor tapi di china, teh agak sedikit dagelan. Mirip Srimulat. Negeri Cina dipercayai sebagai tempat kelahiran tanaman Teh. Kisah yang paling banyak diikuti tentang asal usul Teh, adalah cerita tentang Kaisar Shen Nung yang hidup sekitar tahun 2737 sebelum masehi. Kaisar Shen Nung juga disebut sebagai Bapak Tanaman Obat-Obatan Tradisional Cina saat itu. Konon kabarnya, pada suatu hari ketika sang Kaisar sedang bekerja di salah satu sudut kebunnya, terlebih dahulu ia merebus air dikuali di bawah rindangan pohon. Secara kebetulan, angin bertiup cukup keras dan menggugurkan beberapa helai daun pohon tersebut dan jatuh kedalam rebusan air dan terseduh. Sewaktu sang Kaisar meminum air rebusan tersebut, ia merasa bahwa air yang diminumnya lebih sedap daripada air putih biasa, dan menjadikan badan lebih segar. Daun yang terseduh kedalam rebusan air sang Kaisar adalah daun teh. Barangsiapa yang gemar minum teh dengan sendirinya harus bangga akan mitos asal muasal teh tersebut. Makanya teh sangat dinikmati sedunia. Meski penamaannya beda. Misal Aksara hanzi untuk teh adalah 茶, tapi diucapkan berbeda-beda dalam berbagai dialek bahasa Tionghoa. Penutur bahasa Hokkien asal Xiamen menyebutnya sebagai te, sedangkan penutur bahasa Kantonis di Guangzhou dan Hong Kong menyebutnya sebagai cha. Penutur dialek Wu di Shanghai dan sekitarnya menyebutnya sebagai zoo. Bahasa yang menyebut “teh” mengikuti sebutan te menurut dialek bahasa Hokkien: bahasa Afrikaans (tee), bahasa Armenia, bahasa Katalan (te), bahasa Denmark (te), bahasa Belanda (thee), bahasa Inggris (tea), bahasa Esperanto (teo), bahasa Estonia (tee), bahasa Faroe (te), bahasa Finlandia (tee), bahasa Perancis (thé), bahasa Frisia (tee), bahasa Galicia (té), bahasa Jerman (Tee), bahasa Ibrani (תה, /te/ or /tei/), bahasa Hongaria (tea), bahasa Islandia (te), bahasa Irlandia (tae), bahasa Italia (tè), bahasa Latin (thea), bahasa Latvia (tēja), bahasa Melayu (teh), bahasa Norwegia (te), bahasa Polandia (herbata dari bahasa Latin herba thea), bahasa Gaelik-Skotlandia (tì, teatha), bahasa Sinhala, bahasa Spanyol (té), bahasa Swedia (te), bahasa Tamil (thè), bahasa Wales (te), and bahasa Yiddish (טיי, /tei/). Bahasa yang menyebut “teh” mengikuti sebutan cha atau chai: bahasa Albania (çaj), bahasa Arab (شَاي), bahasa Bengali (চা), bahasa Bosnia (čaj), bahasa Bulgaria (чай), bahasa Kapampangan (cha), bahasa Cebuano (tsa), bahasa Kroasia (čaj), Bahasa Ceko (čaj), bahasa Yunani (τσάι), bahasa Hindi (चाय), bahasa Jepang (茶, ちゃ, cha), bahasa Korea (차), bahasa Makedonia (čaj), bahasa Malayalam, bahasa Nepal (chai), bahasa Persia (چاى), bahasa Punjabi (ਚਾਹ), bahasa Portugis (chá), bahasa Rumania (ceai), bahasa Rusia, (чай, chai), bahasa Serbia (чај), bahasa Slowakia (čaj), bahasa Slovenia (čaj), bahasa Swahili (chai), bahasa Tagalog (tsaa), bahasa Thai (ชา), bahasa Tibet (ja), bahasa Turki (çay), Bahasa Ukraina (чай), bahasa Urdu (چاى) dan bahasa Vietnam (trà atau chè). Lantas apa filsafat teh? Pertama : punya sifat terbuka terhadap perubahan. Teh tidak lagi berwarna kecoklatan dengan aroma melati. Sudah banyak teh alami proses revolusi. kemasan sudah beragam : teh celup – teh seduh – teh yang di press – teh stick – teh instan. Karena itu, siapa yang tidak mengakui perubahan: yang menganggap esok hari sama dengan kemaren, siapa yang yakin di atas terus tidak turun-turun, orang yang tidak perna baca petuah sakti Ojo Aji Mumpung, eling Yen Ana Wolak Waliking Zaman tidaklah digolongkan orang yang suka teh hangat sama sekali. Kedua : mampu mempunyai opini terhadap masalah-masalah yang timbul di luar lingkungannya. Teh pahit atau teh manis, teh celup atau teh tubruk, teh hangat atau teh es dingin. Sudah menjawab semua keraguan. Teh juga sering dikaitkan dengan kegunaannya untuk kesehatan. Teh hijau dan teh pu-erh sering digunakan untuk diet. Orang juga sering menghubung-hubungkan teh dengan keseimbangan yin yang. Teh hijau cenderung yin, teh hitam cenderung yang, sedangkan teh oolong dianggap seimbang. Teh pu-erh yang berwarna coklat dianggap mengandung energi yang dan sering dicampur bunga seruni yang memiliki energi yin agar seimbang. Ketiga : orientasinya tidak ke masa lampau melainkan ke masa sekarang dan masa depan. Dulu teh diracik sekarang muncul generasi sachet bahkan botolan semuanya ber ide pada segi praktis. Orang yang membiarkan diri jadi tawanan masa lampau, orang ini seperti kata Babe harto – akan mudah jadi orang yang gumunan lan kagetan. Ia tak pernah lakukan trial and error. Ia mandek tidak beringsut. Keempat : menganggap planning dan organisasi merupakan cara menjalan kehidupan ini. Orang yang anti organisasi dan senantiasa was-was terhadap organisasi yang dianggapnya menjurus ke instabilitas adalah dengan sendirinya orang kuno, tukul bilang “katro!”. Mana ada preman pasar nan kampung suka minum teh? Kelima : punya keyakinan bisa mempengaruhi, bukannya dipengaruhi oleh lingkungan sekelilingnya. Anda pernah dengar jargon “apapun makanannya, minumnya teh xxxxxxx(maaf sensor) ? Keenam : punya kepercayaan dalam diri adalah sesuatu yang bisa diperhitungkan dan bukannya ditentukan oleh tingkah laku orang per orang atau nasib-nasib an. Barang siapa yang punya pembawaan tiran dan diktator atau orang yang tunduk kepada sifat-sifat itu dan mereka yang terkukung oleh ramalan para dukun, tak penuhi syarat untuk jadi orang peminum teh. Teh bilang apapun bentuknya, akulah sang antioksidan. Ketujuh : orang yang menghargai dirinya dan nilai orang lain. Makanya orang yang punya jiwa budak dan cenderung memperbudak orang lain, janganlah merasa jadi orang lain. Jika teh dicampur dengan lemon tentu segar apalagi diminumnya lagi dingin. Penyakit Yang Dapat Diobati :Sakit kepala, diare, penyubur dan menghitamkan rambut,; Kolesterol dan trigliserida darah tinggi, infeksi saluran cerna,; Kencing manis (diabetes melitus), mengurangi karang gigi.; Kedelapan : punya keyakinan akan faedah ilmu pengetahuan dan teknologi, bukannya ramalan dan angan-angan. Teh mengandung sejenis antioksidan yang bernama katekin. Pada daun teh segar, kadar katekin bisa mencapai 30% dari berat kering. Teh hijau dan teh putih mengandung katekin yang tinggi, sedangkan teh hitam mengandung lebih sedikit katekin karena katekin hilang dalam proses oksidasi. Teh juga mengandung kafein (sekitar 3% dari berat kering atau sekitar 40 mg per cangkir), teofilin dan teobromin dalam jumlah sedikit Sembilan : yang punya kepercayaan terhadap apa yang yang disebut distributive justive yakni hasil yang diperoleh semata-mata akibat jasa yang diberikan dan bukannya sebab-sebab lain. Mereka yang peroleh faedah semata-mata atas adanya relasi dan hubungan keluarga, mereka yang peroleh kemudahan bukan dari kerja keras dan peras otak, sebenarnya tidak ada kaitan sama sekali dengan teh hangat. tak perduli betapa menyala dan menter
engnya ia di mata lingkungan. Teh melati dibuat dengan mencampur kuncup melati yang siap mekar. Sebelum dicampur dengan kuncup melati, daun teh mengalami proses pelembaban agar harum melati dapat menempel pada daun teh. Ada lagi? Ada teh ada cemilan rebusnya. Pertama : punya jiwa jantan, tidak suka keroyokan. Kedua : aktif, kreatif baik bagi diri sendiri maupun pendorong teman-temannya. Tepat dan cermat mengambil keputusan. Ketiga : gembira, tidak cengeng dan optimis. Keempat : unggul, pandai dan berwawasan luas. Kelima : akrab dengan lingkungan, senantiasa menghormati orang lain tanpa membeda-bedakan kedudukan sosialnya. Keenam : radikal, berakar, tidak congkak dan mentang-mentang. Anda yang bangga dengan fasilitas orangtua hanya akan masuk golongan generasi acuh tak acuh, akan dengan sendirinya tersingkir oleh seleksi dan persaingan terbuka. Rasanya saya agak lelah dan mau sruput teh hangat rasa lemon. Mungkin sambil baca buku Asal Usul nya Gus Mahbub Djunaedi. Anda berminat? Referensi : Asal Usul Mahbub Djunaedi, Sosro, WikiMedia


1 Comment

  1. madyo says:

    sruput teh hangat……………..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Data Arsip

%d bloggers like this: