Home » Teh Hangat » Adaptasi Novel ke Versi Layar Lebar

Adaptasi Novel ke Versi Layar Lebar

sruput teh hangat

kawan yg baik. blog ini di dedikasikan buat warga legok permai. sebagai proses komunikasi dan informasi jadilah kontributor blog ini jabat hati

Like This

Adaptasi Novel ke Layar Lebar

Novel dan Film merupakan media yang berbeda, keduanya memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Disini saya akan mengulas beberapa Film yang diadaptasi dari novelnya, namun ini hanya opini saya lho, mungkin anda akan memiliki pendapat yang berbeda. Disini tidak ada yang benar ataupun salah, hanya masalah selera saja menurut saya.

1. Harry Potter

Novel yang dikarang oleh J.K. Rowling ini merupakan Novel yang luar biasa , hampir semua kalangan baik muda maupun tua menyukai kisah petualangan Harry Potter di dunia sihir.

Buku pertama Harry Potter dirilis di tahun 1997 dan Film pertamanya diputar di tahun 2001. Kehebatan novel ini adalah Imajinasi dari pengarangnya yang luar biasa, seolah-olah dunia sihir memang benar-benar ada. Dengan cerita yang menarik dan sulit ditebak jalan ceritanya, membuat saya tidak dapat berhenti untuk membacanya.

Meskipun novelnya diangkat ke layar lebar oleh Perusahaan sebesar Warner Bross saya tetap lebih menyukai versi novel dibandingkan Film layar lebarnya. Saya tidak mengatakan Film layar lebarnya jelek, namun dengan membaca novelnya saya bisa menginterpretasikan/mengimajinasikan sendiri cerita yang dipaparkan oleh pengarangnya, pada saat ceritanya diangkat ke layar lebar dan tidak sesuai dengan gambaran kita, hal ini akan membuat kita kecewa. Apalagi untuk novel jenis “khayal” seperti ini. Selain itu kelemahan dari versi layar lebarnya adalah banyaknya bagian dari novel yang dipangkas, sehingga jika anda menonton filmnya terlebih dulu kemudian membaca novelnya akan sedikit ga nyambung.

2. Lord Of The Ring

Novel Lord Of The Ring dirilis pertama kali di tahun 1954 dan pernah diangkat ke layar lebar di tahun 1978 dengan judul yang sama (ada yang punya filmnya?)

Novelnya kurang dapat saya nikmati, meskipun sudah melalui proses editing namun cara penyampaian cerita dan tata bahasanya kurang enak untuk dibaca  (mungkin karena termasuk novel lama; sama halnya saat saya membaca Winnetou)

Berbeda dengan HP, penggemar LOTR umumnya adalah orang dewasa karena ceritanya yang lebih kompleks dan lebih “gelap”,  Saya lebih menyukai versi layar lebarnya yang dibuat tahun 2001 oleh New Line Cinema.

Cerita menarik yang didukung dengan visual efek yang sangat canggih dan gambar yang enak dipandang membuat film ini banyak meraih penghargaan, salah satunya adalah mendapat 13 nominasi dalam Oscar (menang dalam 4 kategori, termasuk best visual effect). Film garapan Peter Jackson ini juga masuk sebagai salah satu film dari 100 film terlaris sepanjang masa

3. Ayat-Ayat Cinta

Awalnya saya cukup bersemangat untuk menonton film layar lebarnya, apalagi sebelum film ini diputar sudah banyak gosip yang mengatakan film ini bagus dan ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Kekecewaan saya dimulai ketika teman kantor saya yang juga sudah membaca novelnya, merasa kecewa ketika bagian akhir dari novel ini dihilangkan. Bagaimana bisa bagian tersebut dipotong?that’s the best part of the story…kejenuhan saya saat membaca bagian tengah cerita dapat terobati dengan ending cerita yang sangat indah.

Saya pun mulai malas ketika film ini diangkat ke layar lebar oleh rumah produksi yang menjadi rajanya sinetron di Indonesia, so saya memutuskan untuk tidak menontonnya di bioskop cukup di rumah saja (bilang aja ga punya duit, hehehe). Saat dimulai cerita lagi-lagi saya tidak mendapatkan interpretasi yang sesuai dengan gambaran yang saya dapat saat membaca novelnya. Saya tidak mendapatkan keindahan mesir yang sesuai, termasuk flat dan lingkungan tempat tinggal fahri. Sebenarnya saya tidak berhak untuk memutuskan versi mana yang lebih baik, karena saya tidak menonton filmnya lebih dari 15 menit. Saya takut keindahan cerita yang saya dapat dari novelnya rusak oleh filmnya, kecuali anda bisa memberikan kelebihan-kelebihan film ini dibandingkan versi novelnya.

Film adaptasi lainnya yang akan segera diangkat ke layar lebar :

1. The Kite Runner (Khalled Hosseini)

Merupakan cerita tentang cinta, pengorbanan dan pengkhianatan antara dua orang yang berbeda suku dan kelas di Afghanistan, Amir dan Hassan. Membaca novel ini saya menjadi sedikit melek mengenai apa yang terjadi di Afghanistan. Buku ini sangat menyentuh,  terutama sumpah setia yang diucapkan Hassan kepada Amir  meskipun berulangkali dia diperlakukan tidak baik  oleh tuannya (Amir), begini kalimatnya : “For You  A Thousand Times Over, untukmu  yang keseribu kalinya”. Anda akan mengerti kalau sudah membaca novelnya

Novelnya sudah lebih dari dua tahun menjadi nomor satu New York Times Best Seller, Filmnya sepertinya akan keluar sebentar lagi. Sulit untuk menentukan versi mana yang lebih baik antara novel atau filmnya. Karena di versi Film saya  akan mendapatkan visualisasi suasana afghanistan yang sebenarnya.

2. Laskar Pelangi (Andrea Hirata)

Novel ini menurut saya adalah karya terbaik anak bangsa. Andrea sebagai “new comer” dapat menciptakan novel yang edukatif dan inspiratif sekaligus cerdas dan penuh dengan kejutan di setiap akhir babnya sehingga selalu menarik untuk dibaca. Dengan gaya cerita mengambil dari sudut orang pertama, pembaca dapat lebih merasakan emosi yang ada di dalam cerita ini. Intinya segala kebaikan novel ada di dalam buku ini (kayak iklan susu aja).

Versi layar lebarnya akan dibuat oleh Riri Riza, saya senang saat mendengar kabar ini , saya rasa novel ini sudah ditangani oleh orang yang tepat. Namun prediksi saya versi novel akan tetap lebih baik dibandingkan filmnya. Andrea begitu baik dalam mendeskripsikan isi novelnya dengan tata bahasa yang enak dibaca saya rasa versi filmnya tidak akan mampu menandinginya, apalagi kalau sudah kepentok masalah budget..


2 Comments

  1. tjhondro says:

    the kite runner bukannya sudah ada film nya sejak 2007 ?

  2. mirzastargazer says:

    thanks atas koreksinya, ternyata dah rilis di tahun 2007 ya, maklum udah jarang pergi ke mangga dua ma bioskop, duit dah abis buat bayar cicilan rumah, heheehhe

    btw disini dah diputer blom sih??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Data Arsip

%d bloggers like this: