Home » DKM Al-Mu'minun » marhaban yaa ramadhan……….

marhaban yaa ramadhan……….

sruput teh hangat

kawan yg baik. blog ini di dedikasikan buat warga legok permai. sebagai proses komunikasi dan informasi jadilah kontributor blog ini jabat hati

Like This

puasa sebentar lagi. jika hitung2 an ala kalender (patokannya lebaran) pas jatuhnya tanggal 1 september 2008. hari senin artinya malam senin sudah mulai taraweh.

nah mushola Al-Mu’minun pun yang berlokasi di blok Angsana juga sedang dalam proses pengerjaan pembuatan selasar depan nya. diharapkan dapat menampung para jamaah kaum muslimin legok permai yang akan menunaikan ibadah sholat taraweh berjamaah…

dan rencananya pada malam minggu nanti akan ada acara kerja bakti “ngecor”. guna mempercepat terselesaikannya pembangunan selasar.

anda pun dapat terlibat dalam acara ini.

jazakumulloh


3 Comments

  1. andre ..Blok A2 E11 says:

    Asalamu’alaikum ..

    Makin sini Taraweh shaf makin maju dech ..he he termasuk saya absent terus ..

    Btw saya mau tanya nih Ustadz…maklum saya awam .

    hehehheee…..suka gitu nih teman…….

    kalau bacaan surat pada sholat Taraweh emang wajib surat yang panjang-panjang yach?
    …afwan saya orang awam… afalnya bacaan juz ama aja he he ..

    hhmmm……terinspirasi dari emak2 yaa…..

    kan kalau bacaan sedeng2 aja mungkin atau juz ama kan bisa lebih relax ….

    nah…kan…..ini jawabannya……paling bisa nih temanku…Semoga Allah menrima stiap amalan kita dia bulan ramadhan..amin.

    Mohon maaf sebelumnya ..atas kekurangan saya dalam belajar agama

    ..saya juga minta maaf karena ilmu agama saya yg lemah…..

    Wasalam

  2. Hi AA Andre,
    di angsana sholatnya berapa rakaat yah?
    saya juga baru satu kali nih ikutan tarawih di lapangan blok saya, kadang ada kadang gak sih, maklum warganya masih sedikit..
    btw saya punya “Panduan Ibadah Ramadhan” versi Pdf yang menurut saya dari sumber yang cukup terpercaya, saya ambil sedikit bagiannya menyangkut Shalat tarawih (baca terutama poin e kebawah). Kalau ingin versi lengkapnya bisa saya kirimkan via e-mail (japri aja yah)

    Jumlah Rakaat Tarawih

    a. Dalam riwayat Bukhari tidak menyebutkan berapa rakaat Ubay bin Kaab melaksanakan Tarawih.
    Demikian juga riwayat ‘Aisyah- yang menjelaskan tentang tiga malam Nabi SAW mendirikan
    tarawih bersama para sahabat- tidak menyebutkan jumlah rakaatnya, sekalipun dalam riwayat
    ‘Aisyah lainnya ditegaskan tidak adanya pembedaan oleh Nabi SAW tentang jumlah rakaat shalat
    malam baik di dalam maupun di luar Ramadhan. Namun riwayat ini nampak pada konteks yang
    lebih umum yaitu shalat malam. Hal itu terlihat pada kecenderungan para ulama yang meletakkan
    riwayat ini pada bab shalat malam secara umum, misalnya imam Bukhari meletakkannya pada bab
    shalat tahajud, imam Malik dalam Muwatha’ pada bab shalat Witir Nabi shalallahu ‘alaihi wa
    sallam ( lihat Fathul Bari 4/250; Muwatha’ dalam Tanwir Hawalaik: 141).
    Hal tersebut memunculkan perbedaan dalam jumlah rakaat Tarawih yang berkisar dari 11, 13, 21,
    23, 36, bahkan 39 rakaat.

    Akar persoalan ini sesungguhnya kembali pada riwayat-riwayat sbb:
    Hadits Aisyah :
    مَا آَانَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ

    “Nabi tidak pernah melakukan shalat malam lebih dari 11 rakaat baik di dalam maupun di luar
    Ramadhan” ( al-Fath : ibid).

    b. Imam Malik dalam Muwatha’-nya meriwayatkan bahwa Umar bin Khattab menyuruh Ubay bin
    Kaab dan Tamim ad-Dari untuk melaksanakan shalat Tarawih 11 rakaat dengan rakaat-rakaat yang
    sangat panjang. Namun dalam riwayat Yazid bin ar-Rumman bahwa jumlah rakaat yang didirikan
    di masa Umar bin Khattab 23 rakaat ( al-Muwatha’ dalam Tanwirul Hawalaik; 138)

    c. Imam at-Tirmidzi menyatakan bahwa Umar dan Ali serta sahabat lainnya menjalankan shalat
    Tarawih sejumlah 20 rakaat (selain witir). Pendapat ini didukung oleh ats-Tsauri, Ibnu Mubarak dan
    asy-Syafi’i (Lihat Fiqhu Sunnah:1/195)

    d.Bahkan di masa Umar bin Abdul Aziz kaum muslimin shalat Tarawih hingga 36 rakaat ditambah
    Witir tiga rakaat. Hal ini dikomentari imam Malik bahwa masalah tersebut sudah lama menurutnya
    (al-Fath: ibid ).

    e.Imam asy-Syafi’i dari riwayat az-Za’farani mengatakan bahwa ia sempat menyaksikan umat Islam
    melaksanakan Tarawih di Madinah dengan 39 rakaat, dan di Makkah 33 rakaat, dan menurutnya
    hal tersebut memang memiliki kelonggaran (al-Fath : ibid)
    Dari riwayat diatas jelas akar persoalan dalam jumlah rakaat Tarawih bukanlah persoalan jumlah
    melainkan kualitas rakaat yang hendak didirikan. Ibnu Hajar berpendapat: “Bahwa perbedaan yang
    terjadi dalam jumlah rakaat Tarawih muncul dikarenakan panjang dan pendeknya rakaat yang
    didirikan. Jika dalam mendirikannya dengan rakaat-rakaat yang panjang maka berakibat pada
    sedikitnya jumlah rakaat dan demikian sebaliknya”.

    Hal senada juga diungkapkan oleh Imam Asy-Syafi’i: “Jika shalatnya panjang dan jumlah
    rakaatnya sedikit itu baik menurutku. Dan jika shalatnya pendek dan jumlah rakaatnya banyak itu
    juga baik menurutku, sekalipun aku lebih senang pada yang pertama”. Selanjutnya beliau juga
    menyatakan bahwa orang yang menjalankan tarawih 8 rakaat dengan Witir 3 rakaat dia telah
    mencontoh Nabi SAW dan yang melaksanakan dengan shalat 23 mereka telah mencontoh Umar ra,
    sedang yang menjalankan 39 rakaat atau 41 mereka telah mencontoh salafu saleh dari generasi
    sahabat dan tabiin. Bahkan menurut imam Malik ra hal itu telah berjalan lebih dari ratusan tahun.

    Hal yang sama juga diungkapkan imam Ahmad ra bahwa tidak ada pembatasan yang signifikan
    dalam jumlah rakaat Tarawih melainkan tergantung panjang dan pendeknya rakaat yang didirikan
    (Lihat Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 4/250 dst )

    Jika kita perhatikan dengan cermat maka yang menjadi konsen dalam shalat Tarawih adalah
    kualitas dalam menjalankannya dan bagaimana shalat tersebut benar-benar menjadi media yang
    komunikatif antara hamba dan Rabb-Nya lahir dan batin sehingga berimplikasi dalam kehidupan
    berupa ketenangan dan merasa selalu bersama-Nya dimanapun berada.

  3. ceppyz says:

    Zakat Fitrah juga bisa di mushola al-muminun legok permai … ternyata banyak juga yang berzakat ke LP … (saya sekeluarga juga berzakat ke LP) … terima kasih para panitia Mushola LP semoga diberi kemudahan & lancar menjalankan ibadah di jalan Allah SWT ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Data Arsip

%d bloggers like this: