Home » hukum » jual beli kartu atm dan kartu kredit

jual beli kartu atm dan kartu kredit

sruput teh hangat

kawan yg baik. blog ini di dedikasikan buat warga legok permai. sebagai proses komunikasi dan informasi jadilah kontributor blog ini jabat hati

Like This

Begitulah reaksi pertama saya setahun silam saat seorang teman menceritakan perihal kartu ATM palsu. Belakangan saya mengetahui ternyata kartu ATM palsu ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan illegal, seperti penipuan transaksi online, hingga money laundry. Disini saya tidak akan memaparkan penggunaan kartu tersebut karena belum memiliki data yang cukup, namun saya akan coba menelusuri cara mendapatkannya. Seperti biasa, harapan saya informasi ini semoga tidak dimanfaatkan untuk kepentingan illegal, namun agar kita sedikit membuka mata di dunia yang berwarna warni ini, ok simak hasil penelusuran saya berikut.

1. Membeli melalui website
Tidak sedikit website yang menawarkan jasa pembuatan kartu ATM palsu, namun berdasarkan dari testimonial yang ada, dapat dipastikan 98% dari jasa tersebut ternyata menipu. Website ini biasanya menggunakan jasa layanan gratis seperti geocities atau blogspot.

2. Virtual Credit Card
Jasa ini lumayan banyak dicari, meski begitu sebenarnya tidak termasuk dalam kategori kartu kredit palsu. Banyak dicari oleh orang yang tidak memiliki kartu kredit, seperti kita tahu memang prosedur membuat kartu kredit resmi di Bank gampang – gampang susah, tak jarang yang langsung ditolak, meski begitu ada juga yang malah ditawarkan.

Cara kerja virtual credit card adalah provider mengeluarkan kartu kredit yang dapat digunakan untuk berbelanja (semacam debit card). Klien diwajibkan menyetor uang untuk membuat kartukredit virtual ini. berikut adalah informasi yang saya dapat disalah satu provider:

How do I load the Prepaid card?
Card can be loaded with one of the following options: PayPal, e-gold, Western union, Moneygram or bankwire transfer, domestic or international.

What is the Prepaid card loading limit?
Card minimum loading limit is $100 and maximum loading limit at any time is $25,000.

Jadi minimum transfer sebesar $100 dan maksimum belanja $25.000. Meski begitu, banyak juga merchant yang menipu alias tidak membayar belanja klien, padahal klien sudah menyetorkan uang.

3. Membeli dari makelar
Metode pembelian ini adalah membeli dari orang yang berbisnis menyediakan ATM palsu. Informasi biasa didapat dari mulut ke mulut. Makelar ini hanya menjual kepada orang tertentu saja. Lagi lagi untuk kelancarannya tidak terjamin, tak jarang pula yang ternyata menipu dan susah dilacak keberadaannya, karena makelar biasanya menyembunyikan identitasnya rapat rapat. No handphonenya bisa berubah-rubah dalam hitungan minggu.

4. Membeli dari “orang dalam”
Dapat dikatakan cara inilah yang paling aman dan terpercaya. Orang dalam disini adalah oknum pegawai Bank yang menyediakan jasa pembuatan ATM palsu (secara rahasia dan terbatas tentunya). Jika ada masalah dengan ATM dapat dibantu, dan mencari keberadaan oknum ini pun mudah jika sewaktu – waktu ada indikasi ditipu.

Menjadi Makelar (Mendapatkan langsung kartu ATM palsu tanpa perantara)
Tujuannya saja sudah tidak benar pastinya cara mendapatkannya pun penuh dengan dosa. Selain menggunakan jasa pegawai Bank, makelar kerap mendapatkan kartu ATM palsu dengan jalan menipu. Modusnya adalah iming – iming uang, targetnya adalah masyarakat yang kurang memiliki wawasan.

Memilih korban
Sebut saja Haris, seorang makelar kartu ATM, mendapatkan kartu ATM dengan jalan menipu pemilik ATM asli. Caranya Haris membidik korbannya dahulu, yang dipilih kebetulan yang berasal dari ekonomi kurang mampu atau masyarakat yang kurang memiliki wawasan.

Deposit Kartu ATM korban dibiayai !
Modusnya adalah menawarkan pembuatan kartu ATM kepada korban dan dengan iming – iming bonus hadiah. Biaya pembuatan kartu ATM ditanggung oleh Haris, bahkan agar lebih meyakinkan Haris mengatakan bahwa deposit awal yang disetor sudah menjadi milik korban. Yang harus korban lakukan adalah membuka rekening baru atas nama korban. Dalih Haris membantu korban adalah dia mengaku sebagai pegawai Bank yang siap bekerja sama dalam mencairkan “hadiah” korban.

Korban diiming – imingi Hadiah
Disisi korban dia berpikir mendapat tawaran membuka tabungan gratis deposit dibayarkan, sudah itu dijamin mendapat “hadiah” yang akan dibagi bersama oknum pegawai Bank ini. Maka tanpa pikir-pikir tentu saja korban langsung membuka rekening baru. Usai membuka rekening, Haris menyarankan agar rekening deposit ditarik, usai melakukan penarikan itulah permainan psikologis dimainkan Haris.

Kartu ATM harus diverifikasi agar mendapat hadiah
Haris mengatakan bahwa ia harus membawa kartu ATM beserta password korban dahulu untuk keperluan verifikasi dan input data pemenang. Haris juga mengatakan bahwa jika korban keberatan tidak masalah, ia akan mencari klien baru namun uang deposit harus dikembalikan kepada Haris. Sebaliknya jika korban berminat maka 50% uang deposit (yang mana uang Haris) dibagi dua dengan korban, dan korban akan dikabari jika sudah beres. Haris juga menekankan bahwa korban tetap memegang otoritas penuh karena masih memiliki buku tabungan.

Haris Berhasil !
Begitu korban menyetujui, maka Haris telah mendapatkan satu kartu ATM yang siap digunakan kliennya. Tentu saja masa penggunaan kartu ini terbatas, karena suatu saat si korban akan menyadari bahwa dia telah dimanfaatkan Haris.

Berapa harga jualnya?
Dengan harga jual antara Rp. 1 juta – Rp. 2 juta setiap kartu maka Haris sudah cukup mendapat keuntungan. Malah biasanya pengguna jasa Haris berani membayar mahal, karena toh akan digunakan untuk keperluan bisnis illegal yang meraup untung besar

Demikianlah sekilas penelusurannya. Modusnya tentu saja masih banyak lagi dan beragam, setidaknya kita dapat lebih waspada, dan jangan mudah percaya dengan iming – iming keuntungan dari hal – hal yang illegal.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Data Arsip

%d bloggers like this: